Bank Syariah Dinilai Siap Lakukan Hedging

Dibolehkannya lembaga keuangan syariah melakukan hedging dipandang positif dalam menjalankan bisnis tetap aman dari risiko kurs. Gina Maftuhah
Jakarta–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakin lembaga keuangan syariah, khususnya perbankan syariah siap dan mampu melakukan hedging atau lindung nilai akibat adanya fluktuasi nilai tukar.Direktur Penelitian, Pengaturan dan Lisensi lembaga keuangan syariah OJK Dhani Gunawan Idhat menyebut, dengan fatwa dari Dewan Syariah Nasional terkait dengan hedging Rupiah, ke depan, lembaga keuangan syariah bisa leluasa bergerak dalam bisnis ekspor impor. Selama ini, hal ini sering terkendala belum adanya fatwa dari DSN.

“Bank syariah sudah memiliki kesiapan infrastruktur dalam menerapkan hedging. Di samping juga penerapan good corporate governance sehingga tata kelola dan teknisnya siap,” sebut Dhani di gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta, Kamis 2 April 2015.

Selain itu, dia menyebut, perbankan syariah juga sudah memiliki kesiapan sumber daya manusia yang cukup. Pihaknya, juga akan melakukan pengawasan yang ketat termasuk dari sisi pembukuan, sehingga mereka tidak akan melakukan hedging untuk kepentingan spekulatif.

“Perbankan syariah banyak yang siap, bukan hanya yang bentuknya sudah bank umum tapi juga yang unit usaha syariah (UUS). Semuanya boleh melakukan hedging asalkan induk usahanya sudah bank devisa,” tambahnya.

Ada pun ke depan, pihaknya juga sedang membahas agar setelah keluarnya fatwa DSN ini, bentuk pasti aturan tersebut dikeluarkan oleh OJK.

“Kalau harus ada surat edarannya, nanti akan kita buat secepat mungkin,” sebut Dhani.

Namun dia bilang, dia akan berusaha agar aturan hedging nilai rupiah ini bisa keluar tahun ini sehingga bisa dipakai untuk pengelolaan dana haji.

“Kita harapkan ke depan, pembiayaan dari lembaga keuangan syariah bisa naik di atas 5%. Karena saat ini baru sekitar itu,” tutupnya. (*)

Sumber : infobanknews.com